Traditional chinese classical music style,erhu,guzheng,dizi,pipa,pentatonic scale,low verse tones,medium chorus tones,medium bridge,low outro,Indonesia male original voice
4:49
Traditional chinese classical music style,erhu,guzheng,dizi,pipa,pentatonic scale,low verse tones,medium chorus tones,medium bridge,low outro,Indonesia male original voice
4:10
Policy version: pending
Prompt:
(Verse 1) Di dalam Lunyi terang bersinar, Sabda bijak menuntun zaman, YenHui hidup penuh kesederhanaan, Hati damai walau dalam kekurangan. Celu gagah penuh keberanian, Tegas melangkah demi kebenaran, Cekung pandai dalam perkataan, Bijaksana menjaga pergaulan. (Chorus) Nabi Khungce, guru kebajikan, Mengajar cinta dan kesusilaan, Nabi Khungce, cahaya kehidupan, Membimbing hati di jalan Thien. (Verse 2) Cengce tekun hormati orang tua, Mengasihi keluarga sepanjang masa, “Periksa diri” sabdanya mulia, Membina hati dengan setia. Ranchiu rajin dalam pekerjaan, Mengurus negeri penuh ketekunan, Cesia menjaga ilmu dan tulisan, Melestarikan ajaran kebajikan. (Chorus) Nabi Khungce, guru kebajikan, Mengajar cinta dan kesusilaan, Nabi Khungce, cahaya kehidupan, Membimbing hati di jalan Thien. (Bridge) Tujuh puluh dua murid utama, Menjaga sabda sepanjang masa, Lunyi menjadi pelita dunia, Menerangi insan dengan cinta. (Outro) Nabi Khungce… bijak dan mulia, Sabdamu hidup selamanya, Dalam ren, yi, li, dan cinta, Damai tumbuh bagi dunia. Fakta tentang murid utama Kongzi seperti YenHui, celu, cekung, dan Cengce berasal dari tradisi Kitab Lunyi dan sejarah murid nabi khungce.