Earthy Indonesian folk-pop with light percussion and warm acoustic guitar, male vocals. Verses stay intimate and close-mic, subtle strings pad the bridge as tension rises, then a communal singalong chorus with doubled vocals and crowd-style responses. Gentle bass glues everything, final chorus grows into a heartfelt village-choir feel.
2:54
Earthy Indonesian folk-pop with light percussion and warm acoustic guitar, male vocals. Verses stay intimate and close-mic, subtle strings pad the bridge as tension rises, then a communal singalong chorus with doubled vocals and crowd-style responses. Gentle bass glues everything, final chorus grows into a heartfelt village-choir feel.
2:39
Prompt:
[Verse 1] Ke mana burung pergi bernyanyi Bagai datang tak lagi membawa arti Ke mana sungai jernih alirkan mimpi Keruh Berbau Sarat dengan polusi [Verse 2] Pagi hari tak lagi sama Asap tipis selimuti atap rumah Anak kecil tanya “ke mana panen raya?” Orang tua diam Menahan suara [Bridge] Masa depan Tumbangkan harapan tuk terbang Anak desa bermain dengan hati tak riang Sawah dan ladang jadi kering kerontang Pemuda desa berbondong hilang (oh) [Chorus 1] Kota Ya kota Merampas mereka Desa Ya desa Semakin tak berdaya [Chorus 2] Pada siapa lagi harapan kami titipkan Saat semua orang kehilangan impian mereka Pada siapa lagi suara kami disampaikan Saat tanah leluhur perlahan menghilang juga [Chorus 1] Kota Ya kota Merampas mereka Desa Ya desa Semakin tak berdaya (semakin tak berdaya)